Senin, 22 Februari 2010

TEKNIK PERBANYAKAN DUKU DENGAN SAMBUNG PUCUK (Lansium domesticum Corr.)

TEKNIK PERBANYAKAN DUKU DENGAN SAMBUNG PUCUK (Lansium domesticum Corr.)
by. Suparwoto

Provinsi Sumsel merupakan salah satu daerah penghasil duku yang berpotensi untuk dikembangkan, dikenal dengan nama duku Komering atau duku Palembang yang memiliki cita rasa khas serta mempunyai nilai ekonomi tinggi. Luas pertanaman duku di Sumsel 6.430,16 ha dengan produktivitas rata-rata 5,7 ton/ha/tahun (Dinas Pertanian Sumsel, 2002).


Perbanyakan tanaman duku yang selama ini dilakukan petani adalah dengan menggunakan bibit yang berasal dari biji. Sistem ini memiliki beberapa kelemahan, seperti : masa tunggu tanaman berbuah berkisar 20-25 tahun dan tanaman yang dihasilkan tidak sama kualitasnya dengan tanaman induknya (Gusniwati, 2001).

Untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui sistem perbanyakan vegetatif yaitu metoda sambung pucuk. Sambung pucuk adalah menyambung bagian pucuk tanaman yang berasal dari biji dengan entres pohon induk yang telah berproduksi sehingga membentuk suatu tanaman gabungan yang dapat hidup terus dan berproduksi. Sambung pucuk akan menjamin batang atas memiliki kualitas genetik sama dengan induknya, juga dapat memperpendek masa tunggu dimana umur 5-6 tahun sudah berbuah. Perbanyakan secara vegetatif dengan teknik sambung pucuk mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan teknik okulasi, karena pohon duku mempunyai kulit yang tipis dan bergetah banyak sehingga untuk mengambil mata okulasinya agak sulit (mata tunas suka sobek). Sedangkan pengadaan bibit melalui cangkokan juga tidak dilakukan karena cara ini kurang efisien yaitu dari satu pohon hanya dapat diambil beberapa cangkokan dan bibit hasil cangkokan mempunyai akar yang kurang kokoh dibandingkan dengan bibit hasil sambung pucuk.

Perbanyakan dengan biji dilakukan untuk menghasilkan batang bawah, karena dari biji akan diperoleh tanaman yang mempunyai sistem perakaran yang kuat dan relatif lebih tinggi daya adaptasi terhadap lingkungan. Dalam melaksanakan perbanyakan dengan sistem sambung pucuk diperlukan adanya batang bawah dan entres.

Pertumbuhan bibit duku berasal dari biji untuk persiapan batang bawah tumbuh agak lambat dan baru dapat disambung setelah berumur 1-1,5 tahun. Untuk mempercepat pertumbuhan diperlukan perbaikan teknologi persemaian, media tanam dan pemupukan. Pemupukan dapat dilakukan melalui tanah maupun daun dengan cara disemprotkan ke bagian bawah daun. Dengan demikian batang bawah siap untuk disambung setelah berumur 7-8 bulan dengan diameter batang mencapai 0,5 cm. Sedangkan untuk entres diambil dari ranting tanaman induk yang berkualitas baik dan telah berproduksi.

0 komentar:

Poskan Komentar